Blog

Simbiosis Mutualisme Maverick Vinales dan KTM, si Tentara Bayaran Lengkapi Rahasia Dapur Rival untuk Kuasai MotoGP

Jakarta – Kepindahan Maverick Vinales ke skuad KTM dalam bursa transfer MotoGP untuk musim 2025 menghadirkan catatan menarik.

Pada Kamis (13/6/2024) KTM mengumumkan dua pembalap baru mereka untuk MotoGP 2025 yaitu Maverick Vinales dan Enea Bastianini.

Top Gun (Vinales) dan La Bestia (Bastianini) bakal memperkuat tim satelit KTM yakni Tech3 yang direncanakan untuk mengenakan kembali jenama KTM.

Keputusan KTM untuk merekrut Vinales tidak terdeteksi sebelumnya kendati rumornya santer terdengar dalam beberapa pekan terakhir.

Sebab, berbeda dengan Bastianini yang sudah terancam keluar dari Ducati sejak awal musim, Vinales tampil menggigit di Aprilia dan bahkan dijanjikan posisi pemimpin di dalam tim.

Terobosan akhirnya dibuat Vinales dengan akhir pekan sempurna (pole position, kemenangan sprint, dan kemenangan balapan) pada GP Americas pada April lalu.

Vinales menjadi pembalap pertama di era MotoGP yang mampu memenangi balapan dengan tiga pabrikan berbeda yakni Aprilia, Yamaha, dan Suzuki.

Rekor unik ini tidak terlepas dari rekam jejak Vinales yang tidak pernah terikat secara khusus dengan salah satu tim.

Baca Juga: Jorge Martin Jadi Alasan Maverick Vinales Tinggalkan Aprilia

Ibarat tentara bayaran, Top Gun tidak segan untuk pindah meninggalkan sebuah tim jika merasa sudah tidak menguntungkannya. Kontrak yang masih berjalan pun rela ditabraknya.

Sebagai informasi, karakter ini sudah ditunjukkan sejak dirinya masih ‘bocah ingusan’.

Musim 2012, di usia 17 tahun, Vinales nekat mogok balapan gegara timnya saat itu, Avintia, tidak memberikan promosi dari Moto3 ke Moto2 dan merahasiakan tawaran dari rival.

Vinales bahkan menyindir timnya sendiri sebagai “tim divisi dua” gegara tidak mampu bersaing dalam perburuan gelar.

Kendati akhirnya minta maaf, tahun berikutnya Vinales pindah ke tim Calvo dan menjadi juara dunia Moto3, gelar juara dunia yang pertama baginya.

Kiprah Vinales di Moto2 juga selesai lebih cepat. Menandatangani kontrak dengan Pons untuk musim 2014-2015, dia cuma bertahan setahun demi mentas di MotoGP bareng Suzuki.

Vinales kembali berulah dengan tim keduanya di MotoGP yaitu Yamaha dengan aksi menarik gas dalam-dalam tanpa memindah persneling di GP Styria 2021.

Kejadiannya berlangsung hanya delapan bulan setelah Vinales meneken kontrak baru berdurasi dua tahun dengan Yamaha. Pada paruh musim dia kemudian pindah ke Aprilia.

Vinales tidak puas dengan dukungan yang diberikan Yamaha. Selain itu dia mulai tertutupi dengan lesatan rekan setim baru saat itu yakni Fabio Quartararo.

Alasan kedua disinyalir mendorong Vinales untuk melakukan hal yang sama di Aprilia.

Aprilia mendatangkan pemuncak klasemen, Jorge Martin, sebagai pengganti Aleix Espargaro yang akan pensiun. Dosa Aprilia berlipat karena Vinales tidak diberi tahu sebelumnya.

“Saya akui, kedatangan Jorge Martin membuka mata saya dan saya mulai memikirkan masa depan,” ujar Vinales seperti dikutip dari Speedweek.com.

KTM menawarkan jalan keluar yang diharapkan Vinales. Setidaknya dia bisa mengharapkan level performa yang sama atau bahkan lebih meski cuma bergabung dengan tim satelit.

Dukungan setara pembalap pabrikan akan diterima Vinales dan Bastianini secara penuh pada MotoGP 2025.

Sebagai penegasan, bahkan warna tim KTM dan Tech3 bakal sama dengan oranye-nya pabrikan Mattighofen serta aksen Red Bull sebagai sponsor utama.

“Red Bull KTM Tech3. Label tim untuk 2025 mengatakan semuanya,” ucap Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer (duduk di tengah dalam foto), dalam keterangan resmi.

“Ini adalah saatnya untuk memperkuat nama KTM lagi dan kami tidak bisa memikirkan cara yang lebih baik selain agar Enea dan Maverick tampil sepenuhnya dengan oranye Red Bull.”

Adapun bagi KTM, kehadiran Vinales ke dalam skuad akan menguntungkan karena pengalaman bersama pabrikan rival di MotoGP.

Vinales menjadi pembalap pertama dengan pengalaman berlomba bareng Aprilia yang masuk ke dalam skuad KTM di MotoGP.

Rahasia dapur lawan makin lengkap di KTM karena mereka telah membajak manajer tim, insinyur, hingga pembalap dari pabrikan lain sebelumnya.

Jika hanya berbicara pembalap saja pada 2023 mereka telah merekrut Jack Miller (Ducati) dan memulangkan Pol Espargaro (Honda).

Kemudian, jangan lupakan juga pembalap penguji mereka yakni Dani Pedrosa (Honda) serta Jonas Folger (Yamaha).

Bahkan jika pengalaman Vinales bareng Suzuki (yang sudah keluar dari MotoGP) dihitung, KTM kini telah menarik mantan rider dari seluruh rival sejak debut di kelas para raja pada 2017.

Dengan pengetahuan kompetitor dan skuad yang kompetitif berada di tangan, akankah KTM mewujudkan mimpi mereka untuk menaklukkan MotoGP?

KTM akan mengandalkan dengan kuartet oranye dengan Brad Binder dan Pedro Acosta di tim pabrikan serta Maverick Vinales dan Enea Bastianini di tim satelit.

Persaingan untuk gelar juara digadang-gadang makin panas semenjak pabrikan lain juga meningkatkan line-up mereka.

Jika Aprilia yang mendatangkan Jorge Martin, Ducati selaku jagoan utama menggebrak dengan kombo 11 gelar juara dunia, Francesco Bagnaia dan Marc Marquez.

“Mari mendorong kinerja untuk sisa musim 2024 sekarang dan kemudian menantikan untuk awal yang baru tahun depan,” ucap Beirer berharap.

cvtogel
cvtogel
tvtogel
tvtogel
tvtogel
cvtogel
angkaraja
pttogel
cvtogel
tvtogel
ptslot
angkaraja
PTTOGEL
pttogel
cvtogel
cvtogel
pttogel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *